Kasus Pembunuhan Yang Masih Belum Terpecahkan
Pembunuhan terhadap keluarga selalu bisa menarik perhatian publik. Ada beberapa kasus yang sudah terpecahkan tapi bukan berarti tidak ada yang terpecahkan. Masih ada beberapa kasus pembunuhan keluarga yang belum dapat terpecahkan hingga saat ini.
KELUARGA TAN
Tan Kuen Chai dan istri Lee Mei Ying menemukan anak-anak mereka sudah kehilangan nyawa, tewas mengenaskan di kamar mandi mereka padahal mereka hanya di tinggal selama 3 jam. Keempat anak mereka yang masing masing berumur 10,8,6,5 tahun ditemukan secara bertumpuk di kamar mandi yang sudah bersimbah dengan darah di apartment mereka di komplek Geylang Bahru, Singapura pada 6 Januari 1979. Meskipun kasus ini sudah cukup lama, tapi hingga saat ini kasus tersebut belum dapat terpecahkan.
Anehnya, bercak darah hanya terdapat di area kamar mandi dan wastafel dapur, selebihnya bersih dan tidak berubah sedikit pun sejak ditinggal oleh Tan. Setelah memeriksa barang mereka, tidak ada barang yang dicuri dari apartemen tersebut.
Polisi sempat menduga bahwa pelaku pembunuhan tersebut juga dilakukan oleh anggota keluarga, tapi pihak kepolisian belum dapat menetapkan tersangka karena tidak ada bukti yang pasti. Pada tahun baru usai pembunuhan itu terjadi, Tan menerima sebuah kartu ucapan dari seorang yang memakai nama "Si Pembunuh". Sampai saat ini kasus pembunuhan itu masih saja menjadi misteri.
KELUARGA SIMS
Sims Family, mereka tinggal di Tallahassee, Florida. 22 Oktober 1966, Jeanie Sims menemukan kedua orang tua dan adiknya sudah terkapar di lantai. Mulut, kaki dan tangan mereka juga diikat bersama, di kepala mereka terdapat luka tembakan senjata api. Kasus pembunuhan ini sempat menggemparkan Amerika Serikat. Melihat keadaan tersebut Helen sempat dilarikan ke rumah sakit, dia jatuh koma dan meninggal beberapa hari kemudian.
Polisi yang melakukan investigasi pada kasus tersebut menduga bahwa pelakunya adalah seorang pastur bernama Roberts. Diketahui bahwa Roberts dan sang istri sangat terobsesi dengan pemakaman dan kematian. Polisi juga tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menahan mereka, diluar itu mereka juga memiliki alibi yang kuat untuk tidak dicurigai. Sudah 51 tahun sejak pembunuhan keluarga tersebut terjadi, pelaku pembantaian tersebut masih belum dapat diketahui pasti siapa pembunuhnya.
KELUARGA MAPS
Kebakaran terjadi pada malam 21 Januari 1962 di rumah keluarga Maps yang terletak di Stroudsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Setelah dilakukan evakuasi, petugas pemadam kebakaran menemukan Christine, istri Edward Maps dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka memar dan putri mereka yang berusia 4 bulan bernama Julia Louise terbungkus dengan selimut.
Christine sempat dilarikan ke rumah sakit tapi sayangnya Christine tidak dapat bertahan kemudian meninggal akibat pukulan benda tumpul yang membuat kepalanya menderita luka parah. Pihak kepolisian menduga bahwa kebakaran itu disengaja untuk menutupi pembunuhan terhadap Christine dan bayinya.
Karena kejadian tersebut, polisi langsung mencari Edward yang sudah menghilang. Edward meninggalkan dompet, KTP, dan kedua mobilnya di rumah dan kemudian menjadi buronan nasional. Edward mengidap penyakit Schizophrenia. Setelah selang beberapa hari sejak kasus itu terjadi, Edward kemudian menelepon sahabatnya. Edward mengatakan kepada sahabatnya bahwa ia tidak bisa menyerahkan dirinya ke polisi yang kemudian langsung ngomong ngelantur soal lukisan. Pada tahun 1971, polisi menyatakan bahwa Edward telah meninggal dunia.
Tidak diketahui apakah Edward benar-benar membunuh putri dan istrinya. Dugaan pelaku lainnya adalah Robert Wolbach, ayah Christine yang tidak merestui pernikahan mereka. Tapi itu hanyalah dugaan yang tanpa bukti. Itulah sebabnya polisi tidak bisa memastikan siapa pelaku dibalik kejadian tersebut.
KELUARGA BRICCA
Jerry Brica dan istrinya, Linda ditemukan bertumpuk di kamar rumah mereka di Cincinnati, Amerika Serikat pada tanggal 26 September 1966. Putri mereka, Debbie juga ditemukan tidak bernyawa di kamarnya. Kaos kaki menyumpal mulut para korban. Mereka tewas akibat tikaman oleh benda tajam, tapi tidak ditemukan senjata pembunuhan di lokasi. Penyidik awal kasus ini menduga bahwa ini adalah perampokan yang spontan, tetapi belakangan dikatakan bahwa ini adalah pembunuhan berencana.
Menurut keterangan tetangga, Linda sempat terlihat gugup dan ketakutan beberapa pekan sebelum pembunuhan itu terjadi. Teman Linda, Valerie Percy, dibunuh di rumahnya di Chicago tidak lama setelah pembantaian keluarga Bricca. Sampai saat ini pelaku pembunuhan dan motifnya juga belum diketahui.
KELUARGA DIGGS
6 Desember 1975, Wesley Diggs baru kembali dari perjalanan bisnisnya, ia kemudian menemukan bahwa putrinya, Audrey sudah terluka di kamarnya. Diggs spontan berteriak dan meminta tolong, tetangga langsung berdatangan ke rumah mereka yang terletak di Teaneck, New Jersey, Amerika Serikat.
Audrey meninggal dunia tak lama setelahnya. Mereka juga terkejut saat mendapati bahwa keempat anggota keluarga lainnya juga sudah tewas terbunuh. Mayat istri Diggs ditemukan di ruang bawah tanah, putrinya, Allison di loteng dan kedua putranya yang masih kecil ada di kamar.
Korban tewas akibat tembakan di kepala para korban oleh pistol otomatis kaliber 22. Tuduhan awal mengarah pada Diggs, karena Diggs merupakan satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Tapi setelah menjalani tes kebohongan, Diggs ternyata terbukti tidak berbohong.
Penyidik yang bertanggung jawab atas kasus tersebut menduga bahwa pelaku diduga adalah orang yang dikenal oleh keluarga dan memiliki dendam, Diggs akhirnya meninggal pada tahun 1985 tanpa pernah tahu siapa yang telah melakukan pembantaian kepada keluarganya.
KELUARGA DARDEEN
Pembunuhan sadis terjadi di Jefferson Country, Illinois, Amerika Serikat pada 17 November 1987. Seluruh anggota keluarga Keith Dardeen ditemukan tewas secara mengenaskan dalam rumah mereka.
Pete, dan istrinya yang sedang mengandung Ruby ditemukan tewas diatas kasur. Pete yang baru saja berusia 3 tahun dipukuli dengan sangat kasar hingga meninggal dunia. Istri Dardeen juga disiksa dengan keras sampai melahirkan Ruby. Jabang bayi yang baru saja keluar pun ikut menjadi korban. Awalnya, polisi yang melakukan investigasi menduga bahwa dalang dari pembunuhan ini adalah Keith. Tapi dua hari berselang, polisi menemukan jasad Keith di ladang dekat lokasi pembunuhan. Keith ditembak di bagian kepala dan kemaluannya dipotong. Banyak spekulasi yang bermunculan karena hal tersebut, termasuk dugaan bahwa Keith mungkin adalah seorang gay dan mungkin keluarga Dardeen adalah penyembah setan.
Tahun 2000, seorang pria bernama Tommy Lynn Sells ditangkap karena telah menikam bocah berumur 10 tahun. Sells juga mengaku bahwa ia sudah membunuh keluarga Dardeen. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Sells bukanlah pelaku pembunuhan karena tidak adanya bukti.
KELUARGA BOLES
James Boles, sang istri, Darlene dan kedua putra mereka Robert dan Thomas ditemukan tewas di rumah yang baru saja seminggu mereka tempati di Crestline, California, 13 Agustus 1965.
Seluruh jasad keluarga tersebut ditemukan di kamar utama, semuanya tewas akibat ditembak dengan pistol kaliber 22. Para tetangga mengaku tidak mendengar adanya suara tembakan, tapi mereka sempat melihat ada 2 buah mobil asing berada di rumah tersebut.
Polisi sama sekali tidak punya bukti pelaku pembunuhan. Hingga saat ini juga kematian keluarga Boles belum dapat dipecahkan.
KELUARGA JON FEENEY
Jon Feeney baru saja pulang dari konferensi guru IPA, setibanya di rumah ia mendapati bahwa istri dan kedua anaknya telah dibunuh di rumahnya di Springfield, Missouri, Amerika Serikat.
Istrinya, Cheryl, dan putra mereka yang masih berusia 3 tahun dipukuli hingga tewas. Sementara putri mereka yang masih berumur satu tahun meninggal karena dicekik dengan tali sepatu.
Berdasarkan gaya hidup Feeney dan alibi yang diungkapkan Feeney, polisi meyakini bahwa dia adalah tersangka utamanya. Feeney dikenal sebagai pribadi yang suka selingkuh dan dia juga memiliki jadwal kencan dengan guru lain di malam keluarganya terbunuh.
Selain itu, tidak ada yang melihat Feeney di konferensi guru IPA tersebut. Setelah kasus tersebut berlalu, Feeney kemudian ditahan dan menjadi terdakwa atas pembunuhan tingkat pertama yang dia lakukan. Penyidik yang bertanggung jawab atas kasus tersebut menyoroti uang asuransi jiwa yang diterima oleh Feeney sebesar 500rb dollar AS atas kematian keluarganya tersebut. Tapi polisi tidak memiliki bukti yang kuat sehingga akhirnya Feeney pun dibebaskan dan hingga saat ini polisi belum benar-benar menemukan pelaku atas pembunuhan keluarga tersebut.

No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.