MENGAPA ORANG MEMILIH BUNUH DIRI
Bunuh diri merupakan sebuah tindakan yang menyebabkan kematian diri sendiri. Banyak sekali kasus bunuh diri yang sudah terjadi di dunia. Dari orang yang bukan siapa hingga artis-artis papan atas dan orang-orang penting. Lantas apakah hal yang membuat seseorang memilih untuk melakukan tindakan bunuh diri? Bunuh diri bisa disebabkan oleh beberapa hal, mungkin saja putus asa, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ketergantungan terhadap alkohol maupun penyalahgunaan obat.
Cara setiap orang melakukan bunuh diri juga sangat bervariasi sekali. Ada yang melakukannya dengan menggantung diri, lompat dari ketinggian, meminum racun, menabrakkan diri dan masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk bunuh diri. Menurut penelitian yang sudah dilakukan lebih kurang ada sekitar 800.000 hingga 1.000.000 orang yang melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Angka bunuh diri yang tercatat juga kebanyakan dilakukan oleh pria dibandingkan dengan wanita dengan perbandingan 3/4 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita.
Juga perlu diketahui bahwa tidak semua percobaan bunuh diri yang dilakukan berhasil. Sudah tercatat ada sekitar 10-20 juta kasus bunuh diri yang gagal dilakukan setiap tahunnya. Percobaan bunuh diri ini kebanyakan dilakukan oleh remaja.
Berikut adalah beberapa penyebab seseorang melakukan bunuh diri.
Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa sering terjadi pada seseorang saat mereka melakukan bunuh diri dengan angka kejadian berkisar 27% dan bahkan lebih dari 90%. Orang yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa memiliki risiko melakukan tindakan bunuh diri lebih besar sebanyak 8.6% selama hidupnya. Sebagian orang yang meninggal karena bunuh diri memiliki gangguan depresi mayor. Gangguan depresi mayor ini merupakan salah satu dari gangguan jiwa seperti gangguan bipolar memiliki gangguan resiko lebih tinggi.
Penggunaan Obat
Dewasa ini, banyak sekali orang yang menyalahgunakan obat. Penyalahgunaan obat ini juga merupakan salah satu faktor bunuh diri paling umum kedua setelah deprei/gangguan jiwa. Bukan hanya obat-obatan, tapi juga para pecandu alkohol. Para pecandu alkohol yang kebanyakan melakukan percobaan adalah pria dengan usia yang sudah tua dan seringkali mereka juga sudah pernah melakukan usaha bunuh diri pada masa lampau.
Masalah Perjudian
Perjudian juga merupakan salah satu penyebab yang bisa membuat orang melakukan bunuh diri. Sekarang ini judi sudah merupakan hal yang biasa. Sudah banyak sekali orang yang terlibat dalam perjudian, dari kalangan atas hingga bawah sekalipun. Ada sekitar 12% - 24% penjudi patologis yang berusaha bunuh diri. Angka bunuh diri yang dilakukan oleh istri para penjudi bahkan lebih besar 3 kali lipat lebih besar dibandingkan populasi umum.
Gangguan Tidur
Gangguan pada tidur yang biasa kita bilang insomnia juga tidak boleh disepelekan. Insomnia dan apnea merupakan faktor resiko mengalami depresi dan melakukan bunuh diri. Dalam beberapa kasus yang sudah terjadi, gangguan pada tidur ini juga mungkin menjadi faktor resiko independen timbulnya depresi. Beberapa kondisi medis lainnya mungkin disertai gejala yang mirip dengan gangguan pada suasana hati. Hal ini juga termasuk: hipotiroid, Alzheimer, tumor otak, etc.
Pelecehan Seksual
Sejumlah orang yang pasti pernah ingin melarikan diri dari situasi dan kondisi tertentu. Orang yang sudah pernah mengalami pelecehan seksual juga merupakan salah satu dari orang-orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Dari sekian banyaknya kasus bunuh diri, hampir dari 20%nya adalah orang-orang yang pernah mengalami pelecehan seksual.
Kemiskinan
Kemiskinan sangat mungkin jika dikaitkan dengan kasus bunuh diri. Semakin meningkatnya tingkat kemiskinan seseorang bisa menjadi salah satu faktor orang tersebut melakukan bunuh diri. Tingginya tingkat keputusasaan dan hilangnya harapan hidup juga bisa menjadi penyebab orang melakukan bunuh diri. Lebih dari 200.000 petani yang ada di India melakukan bunuh diri sejak tahun 1997 dan sebagiannya karena persoalan uang.
Media Masa
Media massa, termasuk internet juga termasuk dalam peranan penting. Semakin seringnya ditampilkan foto-foto bunuh diri juga bisa menyebabkan orang berpikir bahwa bunuh diri bukan lagi sesuatu hal yang mustahil. Semakin banyaknya hal tersebut tersebar juga bisa membuat orang semakin berpikir bahwa bunuh diri adalah hal yang biasa. Cyber-bullying yang juga sering terjadi bisa membuat orang melakukan bunuh diri. Adanya tekanan akibat cyber-bullying yang mereka rasakan bisa membuat orang kehilangan harapan. Secara tidak langsung, media massa yang memiliki efek positif juga bisa memberikan dampak negatif yang tidak bisa disepelekan.
Pemusik
Seorang direktur di Center for Suicide Research dan profesor di Wayne State University, Steve Sack menjelaskan bahwa kasus bunuh diri yang terjadi diantara pemusik tiga kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Ini disebabkan karena pekerja seni, termasuk juga penulis, aktor atau pelukis lebih rentan merasa depresi dan pikiran bunuh diri.

No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.