Selamat Datang di Blog saya, Semoga konten yang saya bagikan selalu unik dan menarik.

Header Ads

Header ADS

Teror ISIS

ISIS sudah ada sejak beberapa tahun lalu, semuanya berawal dari invasi yang dilakukan oleh AS dengan sejumlah negara yang ikut menjadi sekutu pergi ke Irak pada tahun 2003. Saat itu, Irak masih berada di bawah kendali Saddam Husain. Tujuan utama mereka pergi ke sana adalah untuk menguasai minyak dan menurunkan Saddam Husain. Itulah yang menyebabkan Irak bangkit dan berusaha untuk membebaskan diri dari penjajahan tersebut.


Ketika terjadi revolusi di Suriah pada tahun 2011, sebagian pejuang asal Suriah dari Irak kembali ke Suriah untuk melawan tindakan kejam dari presiden Bashar Assad dengan membentuk Jabhat Al Nusrah (JN) yang merupakan kelompok pejuang terbesar di Suriah. Ketika sudah banyak yang dibebaskan, pada tahun 2013 Abu Bakar Al Baghdady mengatakan bahwa JN dihapus dan dijadikan Daulah Islam Irak dan Syam/DAIS atau ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Kadang juga disebut sebagi ISIL karena kata Sham dalam Inggris adalah Levant.

Hingga saat ini, sudah banyak sekali teror yang dilakukan oleh ISIS. Setidaknya ada 228 serangan teror yang sudah dilakukan isi di 33 negara di dunia di luar Irak dan Suriah dengan korban jiwa yang tidak sedikit, 2.773 orang, dan Indonesia adalah satu dari 33 negara yang menjadi target penyerangan ISIS.

Beberapa waktu lalu terjadi peperangan melawan ISIS yang dilakukan oleh Irak. Meski saat ini Irak sudah berhasil merebut tiga kota besar dan sejumlah kota kecil, dan desa dari tangan ISIS, tapi perjuangan Irak memerangi ISIS belum usai. Diantaranya ada Tal Afar, kota yang terletak di antara Mosul dan perbatasan dengan Suriah, Hawijah, Anbar Barat. Saat ini ISIS tengah mengalami kekalahan militer, pemerintah Irak juga harus mampu mengendalikan isu termasuk rekonsiliasi politik dengan kelompok Sunni dan membangun ulang wilayah yang sudah direbut kembali dari ISIS.

Banyak sekali wanita bahkan pria yang menjadi tawanan dan dipaksa menjadi anggota ISIS. Setelah berhasil bebas dari ISIS, mereka kemudian menceritakan bagaimana sengsaranya harus hidup dibawah naungan ISIS.

Seorang perempuan Yazidi yang ditawan dan dijadikan budak seks oleh militan ISIS menceritakan kisahnya yang harus terpaksa memakan anak lelakinya sendiri yang baru berumur satu tahun dengan nasi. Saat wawancara dengan stasiun televisi Mesir, ia menceritakan bahwa ia dibiarkan kelaparan selama 3 hari di sebuah ruang bawah tanah oleh militan ISIS. Militan ISIS tersebut membunuh anaknya yang baru berusia satu tahun tersebut kemudian memasak dagingnya dan memberikan kepadanya. Dan setelah selesai melahap makanan tersebut, sang militan tersebut kemudian memberitahu bahwa daging yang barusan disantapnya adalah anaknya.

Ada juga kisah seorang gadis Jerman, Linda W yang menyesal setelah bergabung dengan ISIS dan ingin sekali pulang ke keluarganya.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.