Selamat Datang di Blog saya, Semoga konten yang saya bagikan selalu unik dan menarik.

Header Ads

Header ADS

Dipaksa Makan Tinja Dan Dipukuli Hingga Tewas



Seorang wanita berumur 40 tahun di Desa Kadera, Distrik Ajmer, Negara Bagian Rajashtan tewas dianiaya. Ia dipukuli oleh dua anggota keluarganya sendiri dan tetangganya karena mereka menganggap bahwa ia adalah tukang sihir atau tukang teluh. Ia juga dipaksa untuk memakan tinja. 

Dia diseret dari rambutnya dan dipaksa berbaring di atas bara api. Bukan hanya itu bara itu juga dimasukkan ke matanya hingga ia buta. Kejadian ini terjadi di dekat Kekri di Ajmer.

Menurut hasil penelitian polisi, wanita yang merupakan janda ini sudah tewas sejak 2 Agustus lalu. Dan sudah ada 5 orang yang ditangkap karena terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Salah satu tersangkanya adalah keponakan korban sendiri. 

Pihak kepolisian sendiri sulit untuk mendapatkan bukti yang lengkap karena mayat korban sudah dikremasi. Putranya yang masih berumur 15 tahun melihat sendiri ketika ibunya disiksa, tapi dia dilarang melapor ke pihak kepolisian oleh para tetua desa mereka. 

Kabar kematian ini kemudian tersebar ketika salah seorang kerabat bernama Mahadev Regar datang ke pemakaman dan menghubungi polisi setelah ia mengetahui bagaimana Devi tewas. 

"8 Agustus Mahadev melapor, tapi kami menunggu laporan dari keluarga terdekat. Setelah putrinya Maya yang berumur 23 tahun mengajukan tuntutan baru kami memproses laporannya," kata juru bicara polisi. 

"Dia dianiaya dengan keji. Tersangka mengaku telah memaksa korban untuk memakan tinja, kemudian ia dipukuli dan membakarnya," kata polisi Rajendra Singh. 

Seorang aktivis kawasan tersebut kemudian mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa Devi dibunuh. 

"Mereka bilang disuruh memukuli Kanya karena dia tukang teluh. Tapi alasan sebenarnya adalah harta. Suami Kanya baru saja meninggal dan karena anaknya masih kecil, keluarga suaminya berencana menyingkirkan dia untuk mendapatkan tanah warisan," kata aktivis tersebut. 

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.