Kasus Bunuh Diri Massal Paling Mengerikan
Banyak sekali kasus bunuh diri yang terjadi di dunia ini. Mengakhiri hidup dengan bunuh diri memang menjadi cara penyelesaian yang dianggap brutal dan menakutkan. Banyak orang tak setuju dengan aksi bunuh diri, karena dianggap sebagai tindakan yang salah.
Mungkin untuk sebagian orang, bunuh diri merupakan pilihan yang tepat. Namun nyatanya, kasus bunuh diri secara massal pernah terjadi. Berikut adalah beberapa kasus bunuh diri Massal yang tercatat dalam sejarah.
Puputan
Bunuh diri massal pernah terjadi di Bali pada tahun 1906, di zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu sejumlah militer Belanda tengah mengepung kawasan kerajaan Badung. Pasukan kerajaan saling menusuk satu sama lain. Walaupun tragis, mereka percaya bahwa hal ini dilakukan untuk kebaikan orang banyak. Mereka melakukan ini demi kebaikan bersama agar tidak ditangkap dan dijadikan budak oleh pihak Belanda.
Heaven's Gate
Kelompok pemuja ini percaya bahwa Bumi akan dimusnahkan dengan kekuatan supernatural. Untuk selamat dari hal tersebut, cara yang mereka lakukan untuk menyelamatkan diri yaitu dengan bunuh diri. Bersama dengan 38 anggotanya, Marshall Applewhite ketua kelompok perkumpulan tersebut melakukan bunuh diri pada tahun 1997.
Mereka percaya, cara ini dapat membuat jiwa mereka pergi ke ruang angkasa dengan UFO. Anehnya, mereka melakukan bunuh diri dengan tubuh dibungkus plastik dan menutupi seluruh tubuh kecuali pada bagian kaki.
The Solar Temple
Perkumpulan rahasia yang bermarkas di Switzerland dan Kanada ini mempercayai eksistensi ksatria templar. Kedua pembentuk perkumpulan ini yaitu Dr Luc Juret dan Joseph di Mabro dipercaya sebagai ksatria tersebut. Diketahui bahwa sejumlah pembunuhan dan kasus bunuh diri dari kelompok tersebut semakin berkembang. Mulai dari penemuan banyak tubuh yang dibentuk seperti binatang di Prancis, kemudian kebakaran rumah di Quebec. Sampai dengan membunuh anak tiga tahun untuk ritual mereka.
Waco Siege
Perkumpulan religius di Texas yang dinamakan dejngan Branch Davidians diduga menjadi dalang atas pembunuhan 76 orang. Perkumpulan ini sempat diduga mempunyai senjata api dan melakukan kekerasan terhadap anak. Pihak hukum setempat yang menyelidiki kasus ini justru berujung pada pertempuran kedua belah pihak sampai membuat FBI turun tangan.
Pihak pemerintahan yang melakukan penyelidikan kemudian melihat kejadian ini disebabkan karena pihak perkumpulan Branch Davidians saling menembak satu sama lain. Sehingga kejadian ini diperkirakan merupakan kasus bunuh diri massal. Namun, benar atau tidaknya pernyataan ini masih menjadi perdebatan banyak orang.




No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.