Ada 74 Peluru Di Kepala Orangutan Yang Mati
Orangutan jantan di Kalimantan Timur yang mati secara mengenaskan di autopsi sejak Selasa (6/2). Tim medis menemukan 130 peluru senapan angin, 19 luka menganga, bagian telapak kaki kiri hilang hingga 2 mata yang buta akibat peluru yang bersarang di sekitar mata. Autopsi tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur, Polres Kutai Timur, Polres Bontang, Balai Taman Nasional Kutai (TNK), hingga pegiat satwa dari Centre of Ourangutan Protection (COP).
"Ya, kita mulai dengan berkoordinasi bersama dengan Balai TNK, Polri dan COP. Kami masih kumpulkan keterangan," kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa.
Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur hari ini juga menerjunkan timnya ke Kutai Timur, ikut menyelidiki sadisnya kematian satwa primata itu. Pihak kepolisian sendiri memastikan komitmennya mengusut tuntas kasus itu dan memburu pelakunya.
Titik awal penemuan orangutan tersebut ada di areal hutan TNK di kabupaten Kutai Timur. Pihak kepolisian juga berkomitmen akan mengusut tuntas kasus tersebut. Kasus kematian satwa primata dunia secara sadis ini juga ikut menyita perhatian negara luar.
Orangutan usia remaja tersebut ditemukan warga terdesak dan terlihat sedang merintih kesakitan di areal Taman Nasional Kutai (TNK) kawasan Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (3/2). Kondisinya yang semakin memburuk akhirnya membuat orangutan tersebut mati pada hari Selasa (5/2) dini hari kemarin sekitar pukul 01.55 WITA.

No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.