Penghinaan Terhadap Presiden Jokowi Kembali Terjadi
Penghinaan melalui media sosial memang sudah banyak dan sering terjadi saat ini. Banyak sekali hal yang bisa dilakukan di media sosial dan beberapa tindakan negatif yang tidak bisa kita cegah. Baru-baru ini saja terjadi penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo di media sosial. Seolah tidak kapok akan kasus-kasus sebelumnya ada beberapa orang yang bahkan sudah dipenjara karena pencemaran nama baik, penghinaan di media sosial.
"Saya kira sangat tidak etis seorang Presiden digambarkan seperti binatang, sebagaimana terlihat dalam gambar-gambar di media sosial itu," kata Ace dalam pesan singkat, Senin (21/8).
Wasekjen Golkar juga mengatakan bahwa di era demokrasi ini kritik merupakan hal yang wajar. Hanya saja, harus menggunakan cara yang wajar dan tidak melanggar hukum.
"Kita boleh mengkritisi Presiden. Kita bebas mengkritisi Pemerintahan Jokowi. Alangkah lebih baiknya jika yang dikritisi itu adalah kebijakan bukan personal Presidennya," katanya.
Ucapan tersebut sekaligus menyindir doa yang dilakukan oleh politikus PKS Tifatul Sembiring. Dalam doanya saat rapat tahunan MPR, Tifatul meminta agar badan Jokowi digemukkan.
Namun bukan hanya itu, baru saja ada yang menghina Presiden melalui akun facebook. M Farhan Belatif (18) adalah seorang pria yang cerdas. Dia mampu mempeljari software komputer dan dua bahsa asing secara autodidak.
Farhan juga mampu membobol password Wifi milik tetangganya. Melalui wifi tersebutlah ia kemudian menyebarkan ujaran kebencian di akun facebooknya. Melalui akun facebooknya, sebuah nama imajiner, dengan foto yang dia ambil dari pencarian google. Bukan hanya menghina, dia juga menantang untuk ditangkap pihak kepolisian.
Ayah dari Farhan meminta maaf kepada Presiden Jokowi. Dia berharap putranya bisa dimaafkan dan tidak dihukum atas ujaran kebencian yang ia lontarkan. Dia mengatakan bahwa putranya adalah anak yang lugu dan menduga bahwa putranya mendapat informasi dan pengaruh yang tidak benar sehingga nekat melakukan penghinaan tersebut.
MFB diciduk di rumahnya di Medan. Pelajar SMK ini ditangkap dengan barang bukti 2 unit laptop yang digunakan untuk mengedit gambar Presiden. Petugas juga mengamankan flashdisk 16GB berisi gambar Presiden Jokowi yang telah diedit, 3 unit handphone, 1 unit router Huawei, dan 1 unit router Zyxel.

No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.