Orangutan Remaja yang ada di Kalimantan Mati
Anak orangutan yang ada di Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) ditemukan dengan kondisi yang memprihatinkan. Kasus penganiayaan satwa primata kembali terjadi. Orangutan tersebut akhirnya harus mati mengenaskan karena kondisinya semakin memburuk. Orangutan usia remaja tersebut ditemukan dengan kondisi yang tengah merintih kesakitan. Ia ditemukan di areal Taman Nasional Kutai (TNK) kawasan Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada hari Sabtu (3/2).
Tim medis gabungan akhirnya melakukan autopsi kepada orangutan tersebut dan autopsinya memakan waktu selama 4 jam. Dari hasil autopsi tersebut ditemukan sebanyak 130 peluru senapan angin, 19 luka menganga, telapak kaki kiri hilang dan 2 mata yang buta akibat peluru yang bersarang di sekitar mata. Autopsi tersebut dilakukan di RS Pupuk Kaltim Bontang.
Dari hasil rontgen ditemukan sedikitinya 130 peluru senapan angin yang bersarang 74 butir di bagian kepala, 23 butir di tangan kiri dan kanan, 16 butir di bagian kaki kiri dan kanan, dan 17 di bagian dada. Dan tim autopsi hanya mampu mengeluarkan 48 butir dari total 130 butir yang ada.
Selain itu, kondisi 2 mata orangutan yang buta itu disebabkan oleh sejumlah peluru yang bersarang di kedua matanya. Juga ditemukan adanya lubang sebesar 5 mm di pipi kiri, gigi taring bawah di sebelah kiri juga patah. Di bagian testis sebalah kanan juga ditemukan luka sayatan yang mengakibatkan infeksi, lebam di bagian paha kiri, dada kanan dan tangan kiri yang diperkirakan akibat benda tumpul. Sedangkan di dalam usus besarnya ada 3 biji buah kelapa sawit dan lambungnya juga berisi buah nanas.
Penyebab kematiannya sendiri diperkirakan akibat adanya infeksi akibat luka lama ataupun baru. COP akan berkoordinasi bersama kepolisian dan KLHK agar kasus ini bisa cepat terungkap. Kepala BKSDA Kaltim, Sunandar Trigunajasa mengatakan bahwa ini bukan lagi soal perlindungan satwa namun ini sudah kejam dan sadis.


No comments
Note: Only a member of this blog may post a comment.