Selamat Datang di Blog saya, Semoga konten yang saya bagikan selalu unik dan menarik.

Header Ads

Header ADS

Terduga Teroris Muhammad Jefri alias MJ Tewas


Seorang terduga teroris, Muhammad Jefri alias MJ (31) yang ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Indramayu, Jawa Barat. Muhammad Jefri alias MJ ini tewas. Kematiannya hingga saat ini juga masih menjadi misteri dan teka-teki. Belum ada seorang pun yang tahu penyebab kematian MJ. Terduga teroris itu dikabarkan tewas beberapa hari usai dibekuk Densus 88 Antiteror pada hari Rabu (7/2).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta agar Polri memberitahukan penyebab kematian MJ. Menurut Dahnil, kematian MJ jangan sampai seperti yang dialami oleh Siyono pada 1.5 tahun lalu. Siyono sebelumnya juga tewas setelah tiga hari ditangkap Densus 88 Antiteror di Klaten, Jawa Tengah, 8 Maret 2016.
“Terlepas dari apakah MJ terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, saya menganggap Densus 88 atau polisi harus terbuka terkait kematian MJ. Jangan sampai mengabaikan penegakan hukum yang beradab dan terus mengulangi insiden buruk kematian Siyono di Klaten,” kata Dahnil, Rabu (14/2).
“Karena peristiwa seperti ini bukan justru mengubur terorisme, namun justru mereproduksi terorisme baru,” ujarnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tersebut melihat adanya sesuatu yang ganjal terkait tewasnya Jefri beberapa hari lalu. Kejanggalan tersebut salah satunya terkait pernyataan pihak kepolisian tewasnya MJ akibat komplikasi penyakit.
“Penting dilakukan autopsi yang lebih independen terkait sebab kematian MJ. Apakah benar yang bersangkutan meninggal karena komplikasi penyakit seperti keterangan polisi, atau karena faktor yang lain. Densus 88 juga harus bisa menjawab kenapa keluarga dilarang membuka kafan jenazah MJ pada saat diserahkan kepada keluarga,” kata Dahnil.
Jadi jika memang adanya kesalahan dalam penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror, maka harus adanya penegakan hukum yang jelas. Dirinya juga meminta kepada pihak keluarga untuk mencari keadilan secara aktif dan tidak perlu takut menghadapi persoalan ini.
“Ini penting, dan polisi tidak boleh tertutup terkait dengan hal ini,” pungkasnya.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.